Pemain : Dominique Diyose, Joe Taslim, Hengky Solaiman, Him Damsyik, dan Jenny Chang
Skenario : Salman Aristo
Sutradara : Allan Lunardi
Produksi : Credo Pictures
Produser : Elvin Kustaman
Durasi : 90 menit
Sandra (Dominique) syok. Betapa tidak, saat bertemu dengan calon mertua ia disambut lemparan gelas Tiong Guan (Damsyik) calon kakek mertuanya. Sandra dan Armand (Taslim) berencana menikah dalam waktu dekat. Sebagai ayah, Phillip (Hengky) menyarankan kedua calon mempelai agar segera pindah rumah setelah menikah, tanpa alasan yang masuk akal. Armand menolak, bisnis keluarga yang sedang kacau menjadi salah satu alasannya. Belakangan, dari gunjingan para pembantu Sandra menyadari sesuatu yang buruk tengah mengancamnya. Belum lagi beberapa sosok wanita terus meneror Sandra selama ditinggal calon suami ke Batam. Melalui tukang foto langganan keluarga Guan, Sandra yang ketakutan mengungkap selubung misteri keluarga mertua. Ternyata tak ada sosok ibu yang hidup di keluarga Guan! Lalu tiba saatnya Sandra melahirkan. Dalam perjuangan antara hidup dan mati itu, wanita bergaun pengantin menyambanginya di rumah sakit...
Semula kami pikir sudah tidak ada yang bisa digali lagi untuk genre i-horror di negeri ini. Ternyata dugaan kami keliru! Kita lupa, bahwa saudara-saudara kita etnis Cina juga punya kepercayaan dan mitos yang belum banyak disentuh sineas negeri ini setelah Ca Bau Kan dan May tempo hari. Itu pun bukan horor. Salman Aristo menjajalnya. Mitos mengumpat saat menyetir mobil, tradisi menikahi mayat Cina kuno dan pertanda jasad yang belum rela pergi tergali cukup rapi. Bagusnya, Salman masih sempat menyisipkan selera humor yang kalem dan sedikit sentilan sosial. Karma menjadi salah satu horor elegan yang tak banyak mengobral teriakan kepanikan dan hantu yang banci tampil.
Melihat daftar cast-nya, Karma masih mengandalkan nama-nama lawas. Mencari wajah oriental yang bisa akting beneran bukan perkara mudah. Him Damsyik tampil total, minim dialog dengan gesture efektif membuat sosok Guan konsisten bikin penasaran. Dominique yang kurang meyakinkan dalam Berbagi Suami kini menunjukkan progress lumayan bagus. Film ini menjajikan sejak awal karena opening grafisnya yang apik, dan alur flash back foto yang tak lazim. Sayang, konsistensi flash back foto ini kurang dipertahankan.
Horor yang cerah untuk jiwa yang lelah pada tema film Indonesia yang belakangan makin seragam. Karma tampil dalam suasana siang yang tak kalah mencekam. Hantunya jarang muncul karena unsur drama yang ditabur Lunardi cukup pekat. Irama film macam begini akan mengingatkan kita pada bidan drama horor Asia, The Ring. Anda yang cermat mengikuti alur film tak akan kelelahan. Pada beberapa scene, Karma terkesan lengang. Semakin lengang lantaran setting rumah yang dipakai terdesain kaku dan tegas. Belum lagi jika Aksan Sjuman sang penata musik 'sengaja malas' membiarkan sebuah scene berlangsung sunyi. Lalu perlahan, suara gemerincing bertalu kuat, maka anda harus menyiapkan perhatian ekstra. Awas, jangan sampai.... J wyn/foto: Publicist Credo Pictures
popcorn: 3 dari 5

Tidak ada komentar:
Posting Komentar