Kamis, 04 September 2008

The Clone Wars: Gonjang-Ganjing Lintas Galaksi


Pengisi suara : Matt Lanter, Ashley Drane, Tom Kane, Christoper Lee dan Samuel L. Jackson

Skenario : Henry Gilory, Steven Melching Scott

Sutradara : Dave Filoni

Produksi : Warner Bros. Pictures

Produser : George Lucas dan Chaterine Winder

Durasi : 121 menit




Selamat datang di dunia galaksi. Anakin Skywalker (Lanter) mendapat tugas baru meredam konflik antar penghuni galaksi. Konflik yang dipicu oleh konspirasi penculikan bayi. Kubu Ksatria Jedi dituduh sebagai dalang penculikan. Padahal masalah 'sepele' ini hanyalah salah satu tak-tik gerombolan penjahat yang dipimpin Palpatine (Ian Abercrombie), Count Dooku (Lee) dan pengikutnya. Strategi adu domba ini bermuara pada sebuah rencana besar menguasai seluruh galaksi. Anakin Skywalker tak berjuang sendiri. Ia dibantu Ashoka Tano (Ashley Eckstein), cewek amatir yang terobsesi menjadi ksatria Jedi. Sifat Ashoka yang mau belajar dan berkemauan keras sering memunculkan persilisihan dengan Anakin. Namun itulah proses yang harus dilalui dua petarung tangguh itu.


Siapa yang tak kenal film legendaris Star Wars. Film yang pernah menyabet enam Oscar karya Goerge Lucas ini sangat kondang sejak 1977. Dalam kemasan berbeda, Dave Filoni mengarahkan The Clone Wars menjadi petualangan kartun tanpa beranjak jauh dari pakem dasarnya. Karakter-karakter yang ditampilkan sama persis. Teknik animasinya belum menampilkan sesuatu yang mencengangkan. Bagi para penggemar fanatik Star Wars, bisa jadi kekhasan The Clone Wars menjadi daya tarik tersendiri. Tapi bagi mereka yang baru pertama kali iseng-iseng nonton, nggak akan mendapat pengalaman spektakuler. Belum lagi pengisi suara kurang memberi aksen istimewa pada karakter yang mereka bawakan. Standarlah!


Gaya melucu di tengah peperangan sengaja dipusatkan pada dialog dan memang jarang berhasil melucu. Hanya penonton yang fokus pada naskah yang bisa menikmati selera humor para ksatria. Di lain pihak, Dave Filoni tak mau para penonton cilik pusing mengikuti teks. Kalimat-kalimatnya tak banyak yang 'bersayap', cenderung lugas. Selebihnya The Clone Wars menyuguhkan rentetan adegan baku hantam dengan tensi naik turun. Kemelut satu terselesaikan, langsung disusul kemelut lainnya. Politik mengkambinghitamkan dan mengadu domba pihak lain berpotensi rumit, terlalu rumit bagi anak-anak malah. Solusinya? Menyederhanakan dialog dan memperkaya adegan laga dengan pengambilan gambar yang sangat dinamis. Kilauan pedang dan tembak-menembak antara pesawat pastinya memesona mata. Durasi film yang sedikit lama diakali dengan penyusunan konflik yang rapi. Secara keseluruhan, The Clone Wars tidaklah buruk hanya kurang menghentak. Apalagi di Indonesia dirilis berdekatan dengan Wall-E buah karya duo biang animasi, Disney-Pixar. Pilihan di tangan Anda!

Pop Corn: 2,5 saja plus air mineral botol kecil

Tidak ada komentar: