Saya mau berbagi tips kepada Anda, bukan sok menggurui karena ini berdasarkan pengalaman saya saat antre tiket kereta api tambahan Argo Lawu di Stasiun Gambir, Senin 1 September kemarin. Ceritanya begini. Saya datang ke Gambir jam 12.45. Sesampainya di ruang utama, antrean panjang tiga deret menyambut kedatangan saya. Sekarang saya tahu rasanya, betapa menderitanya ibu-ibu yang antre beras tiga Kilo dan minyak tanah tiga Liter. Menjelang loket, saya baru sadar kalau nggak bawa tunai. Niatnya sih mau beli dengan debit. Secara 21 dan XXI saja melayani pembelian tiket dengan debit, masak PT KAI yang sudah puluhan tahun mengabdi ibu pertiwi masih gaptek? Akhirnya saya menitipkan tas ke orang yang baru saja saya kenal, tapi bisa dipercaya lalu ke ATM BCA.
Baru saja saya mengambil uang dan belum sempat mengambil kartu, tiba-tiba seorang pria merangsek masuk. Saya kaget bukan main, kaget minta ampun! “Mas tolong, saya mau minta uang 50 ribu!” serunya pada saya yang masih terbengong-bengong. Saya bingung, lalu melihatnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mata saya yang sudah empat ini terbelalak. Parahnya, kartu ATM saya nggak mau keluar. Begitulah kalau sudah keenakan masuk, lupa keluar. Lalu saya bilang dengan si Mas tak dikenal ini, “Sebentar dong Mas, ini kartu ATM saya kegigit.” Lalu saya minta tolong pada Pak Polisi untuk menangani ATM saya, berhasil! Tapi saya tak berani bilang pada Pak Polisi kalau pria yang masuk ke ruang ATM saya itu minta duit 50 ribu.
Setelah keluar dari ATM, pria sawo matang ini terus membuntuti saya. “Kalau mas nggak bisa ngasih saya 50 ribu, 30 ribu juga nggak papalah. Tolong, Mas saya mau pulang kampung ke Makasar tapi duit saya kurang Mas,” pintanya dengan wajah sememelas mungkin. Saya tahu, itu ekspresi memelas yang so artificial. Secara saya dijuluki Hillary Swank, hanya dua kali masuk nominasi Oscar dan 'hanya' dua kali menang! Saya menyibukkan diri kesana kemari, tapi si Mas yang tinggi tegap ini terus membututi. Risih, begitulah rasanya. “Kalau begitu 20 ribu saja, Mas. Kalau uang Mas 50 ribuan, sini saya tukarkan. Saya nggak akan lari kok, Mas,” kali ini si Mas yang entah namanya siapa itu merajuk.
Lama-lama saya sebal. Padahal saya hampir saja menaruh iba, tapi perasaan itu pupus begitu melihat si Mas mendapat recehan ribuan dari seorang perempuan. Solusinya sebagai penukar uang kilat membuat saya jadi makin sebal. Saya ingin melawan, tapi takut kalau ternyata dia diam-diam membawa senjata tajam atau apa. Kalau senjata tumpul, pastilah! Lalu saya mulai menantangnya begini.
“Kalau saya kasih kamu duit sekian puluh ribu, kamu mau ngasih saya apa?” tanya balik saya sambil menatap langsung mata si Mas. Saya mengubah air muka saya sedikit garang, segarang wajah Mbak Agnes Monica dalam video klip Godai Aku Lagi.
“Maksud, Mas?” tanya si Mas tak mengerti.
“Saya mau kasih duit 25 ribu, 30 ribu malah. Tapi saya minta sesuatu dari kamu,” jawab saya. Kali ini jantung saya deg-degan. Wajah saya terasa panas.
“Saya mau mengoral kamu!” kata saya lagi. Hasilnya?
Si Mas langsung bengong, dia mundur satu langkah.
“Mas, jangan begitulah. Saya kan lagi puasa, biar Allah yang membalas budi baik Mas,” katanya pelan.
Saya langsung berpikir, mana ada orang puasa kok tingkah lakunya ngompasin orang-orang yang lagi kesusahan nyari tiket pulang kampung?
“Sama saya juga lagi puasa, tapi saya mau ngisep kontolmu, kamu mau apa. Mau nggak? Kalau nggak, jangan harap dapat duit dari saya,” kali ini saya bekata tegas. Si Mas langsung mundur teratur. Saya nggak peduli kalau dimatanya wajah saya jadi mirip dengan wajah Mas Ryan, sehingga si Mas takut malak dan memilih mundur teratur. Lalu saya melenggang keluar stasiun menuju halte busway. Damn! I am beautiful, I am superpower girl! Bagi Anda Mas dan Mbak, juga adik-adikku di Kine, jangan takut dipalak. Gunakan jurus oral saya, dijamin mujarab. Saya buktinya!
Ketika saya menceritakan pengalaman saya ini pada teman saya, Sofie wartawan Metro TV (Saya sebut dia wartawan, bukan wartawati karena saya masih meragukan kewatiannya) , Saya bilang begini, "Makanya jeung, kalau kamyu dipalak preman atau siapapun itu. kamu bilang, aja begini: saya kasih kamu duit tapi saya mau oral kamu dulu. Pasti pria itu mundur teratur!"
Dengan kurang ajar Sofie menajwab begini, "Tapi Njik, kalau nanti si preman malah mau kuoral gimana?"
Saya berpikir, Cuih kok PD banget ya ada preman yang mau kamu oral. Ya Nggak?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar