Kamis, 17 Juli 2008

Anda Puas, Saya Loyo: Sepertinya, Inilah Sampah Audio Visual!


Pemain : Yeyen Lidya, Andi Soraya, Komeng, Bowby Tince, Sandy Tumiwa&Ryan Syehan

Skenario : KK. Dheeraj

Sutradara : KK Dheeraj

Produksi : K2K Production

Produser : KK Dheeraj

Durasi : 90 menit


Alkisah, Inem (Lidya) yang hobi main sepak bola dipaksa menikah ayahnya (Mastur), namun yang terjadi malah insiden lantaran Inem menyuruh Sisi banci (Tince) menggantikannya sebagai mempelai. Inem akhirnya disuruh merantau ke Jakarta menjadi pembantu Wisnu (Tumiwa). Belakangan sahabat Wisnu, Rendra (Seyhan) menyukai Inem. Jalinan kasih beda kasta pun terajut. Di lain pihak, Kang Cut (Komeng) pulang kampung dan menggaet adiknya Inem, Tarjin (Bedu) dan Bejah (Onshu) untuk bekerja ke Jakarta. Di sanalah Trajin dan Bejah menjadi pegawai Tante Tetty Qadi Pinky (Soraya). Jakarta mempertemukan kakak beradik berlogat Jawa.


Cerita klasik dekade 70-an tentang pembantu yang (kebetulan) bernama Inem pernah diangkat ke layar lebar. Kala itu, generasi bunga Titik Puspa dibawah arahan Nya Abbas Akup menyabet piala Antemas FFI 1977 lewat Inem Pelayan Sexy sampai dibuat trilogy termasuk versi lain bikinan Mochtar Soemodimedjo, Inem Nyonya Besar. Entah apakah KK Dheeraj bisa mengulang sukses yang sama. Tapi dari judulnya saja Anda tentu bisa menebak Anda Puas Saya Loyo akan melawak di area sekwilda (Sekitar Wilayah Dada). Nama-nama yang hendak dijual antara lain aktris sensasional Andi Soraya dan spesialis 'Bisik-Bisik' dini hari Yeyen Lidya. Cukup memprihatinkan melihat para pemain berbakat seperti mereka seolah dibiarkan begitu saja. Tak terarah, begitulah kesan yang membekas saat anda menonton. Nama lama seperti Ryan Seyhan dan Sandy Tumiwa berakting tak ubahnya pendatang baru yang belum terpoles. Entah apa yang terjadi di lokasi syuting.


Kalau maunya menggarap film komedi, (slapstick pula!) kenapa tak total berkutat pada adegan-adegan konyol sekalian? Pengembangan unsur drama yang maunya menyentuh, dengan memasukkan elemen Ryan Seyhan-Sandy Tumiwa tak memberi hentakan apa pun dan malah mengkhianati unsur komedi. Jika mau berkaca pada Dono-Kasino-Indro, nyaris semua adegan mereka terangkai slapstick. Kadang maksa malah. Tapi jualan kekonyolan dan konsistensi mereka pada adegan salah ini salah itu mentahbiskan mereka sebagai legenda slapstick yang dikenang sepanjang masa. Unsur drama yang dipercikkan tak sampai menggugurkan fondasi slapstick. Musik bikinan Kasino Cs pun memperkuat imej slapstick. Mereka nggak maksain memasukkan unsur pop demi menaikkan kelas dan pamor.


Kami sangat sadar membuat karya seni berjenis film layar lebar tidak gampang. Baiklah, kami berhenti bernyinyir ria dan mencoba berfikir positif (dan menemukan sisi positif) begini, ada nama Komeng, Bedu dan Ruben Onshu di film ini. Merekalah tiga senapan tawa yang bisa dibidik mengocok perut penonton. Bedu dan Ruben cukup leluasa mengembangkan unsur komedi dan bukan Komeng namanya kalau tak becus berimprovisasi. Ia terbukti lihai melucu. Ialah penyelemat muka film ini. Tak terbayang jika tanpa Komeng, apa jadinya film ini? Sepertinya, KK Dheeraj terlalu PD menggarap skenario, film dan merogohkocek untukfilm macam begini! Dengan track record dua film sebelumnya Genderuwo dan Skandal Cinta Babi Ngepet, anda bisa memprediksi sendiri seperti apa eksekusi Anda Puas Saya Loyo. Awas, jangan sampai Anda loyo beneran sekeluar bioskop!


Narayana's Pop Corn: i have no pop corn for this movie!

Tidak ada komentar: