
Skenario : Kozo Kusube dan Ayumu Watanabe
Sutradara : Ayumu Watanabe
Produksi : Fujiko-Pro
Produser : Daisuke Yoshikawa, Kumi Ogura dan Tatsuji Yamazaki
Durasi : 92 menit
Hati-hati kalau mau sesumbar! Melihat Suneo pamer fosil kuku Tyrannosaurus, Nobita yang tak mau kalah sesumbar akan menunjukkan fosil dinosaurus utuh. Tanpa disengaja, Nobita menemukan fosil telur. Kain pembungkus waktu milik Doraemon memperlihatkan bahwa fosil terlur itu berisi bayi Futabasuzukisaurus. Setelah menetas, Nobita menamainya Pisuke dan diam-diam memeliharanya di rumah. Pisuke dewasa membuat kehebohan di Jepang. Nobita dan Doraemon berupaya mengembalikan Pisuke ke zaman Cretaceous dengan mesin waktu. Celakanya, ada oknum lain yang membuntuti dan menyerang Nobita Cs saat memasuki mesin waktu. Bersama Giant, Suneo dan Shizuka, dimulailah petualangan Nobita-Doraemon di alam purba yang mahaganas. Belum lagi mesin waktu Doraemon yang rusak memperkecil kemungkinan mereka pulang ke rumah.
Bukan Doraemon kalau tidak aneh-aneh dalam berpetualang. Kali ini formula yang di racik Kozo Kusube dan Ayumu Watanabe benar-benar memutar balik waktu. Dari era Jepang Megapolitan menjadi Jepang purba. Paparan pembuka menuju konflik terkesan detail, kalau tak mau dibilang bertele-tele. Meski sudah mengedarkan lebih dari lima seri film di bioskop Indonesia, Doraemon masih saja setia memainkan ekpresi wajah untuk memancing tawa. Slapstick! Terkesan Basi? Tunggu dulu, pasar yang disasar film ini adalah anak-anak kecil hingga mereka yang masih dibangku SD. Jadi jangan heran mereka akan tetap tertawa lepas. Jangan heran pula, kalau orang dewasa masih saja bisa ketawa. Ingat, amunisi Doraemon terletak pada usia serial kartunnya. Di Indonesia saja, tayangan kartunnya tahun ini memasuki usia 18 tahun. Tentu Doraemon selalu menarik perhatian mereka yang selama ini menjadi penggemar loyal si robot kucing.
Sekedar mengingatkan, menurut penulis komik ini Fumiko Fujio (70) Doraemon lahir pada tanggal 31 September 2112, dengan berat badan 129,3 kg dan tinggi badannya sama 129,3 Cm ini sengaja dikirim oleh cicitnya cicit Nobita, Sewashi untuk membantu Nobita mengatasi sifat malasnya. Pertama kali terbit tahun 1969, dan pada 1973 serial animasinya beredar. Bisa dibayangkan, ikon robot ini sangat 'mendarah daging' dikalangan pemirsa negeri matahari terbit. Setiap akhir pekan, Doraemon masih setia menyambangi pemirsanya. Gaya bertuturnya seolah tak mampu tertembus perubahan jaman. Artinya, Anda pun akan merasa aneh jika kemasan Doraemon mendadak berubah.
Dari segi teknik animasi, Nobita's Dinosaur tak jauh berbeda dengan jilid sebelumnya. Sangat klasik, dan cenderung enggan beranjak dari pakemnya. Termasuk cara Dopraemon mengolah ending film secara dramatis disertai tetes air mata. Petualangan di tempat asing akan selalu disertai moment perpisahan. Semakin mengiris, lantaran musik pengiring ditimpali orkestrasi spesialis penyayat hati. Satu lagi yang khas, Doraemon tak pernah bisa lepas dari pesan moral persahabatan. Saat Suneo tertarik pada tawaran musuh, pulang ke Jepang secara instan, Giant memilih tetap setia pada Nobita yang menyelamatkan nyawanya saat akan jatuh ke jurang. Bahkan seorang Giant yang preman pun masih punya sisi baik yang layak dibanggakan. Begitulah Doraemon! Pintar mengemas sesuatu yang klasik menjadi suguhan yang selalu dinanti dan bisa dinikmati penggemar loyalnya. Tak banyak serial kartun yang selegendaris penggila Dorayaki.
Narayana's PopCorn: 2 cukup beda rasa tapi...sesuai dengan filmnya klasik tapi lain packaging!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar